Tugas Terstruktur 10

      M.Adli Adillah Mulif 

41324010010

AE13

“Dari Mesin ke Bisnis – Inovasi, Kreasi, dan Dedikasi”

Strategi Kolaborasi dan Legalitas Usaha: Brand Pakaian Berkelanjutan


Bagian I: Penetapan Ide Bisnis dan Aspek Legalitas (60%)

1. Penetapan Ide Bisnis

Ide Bisnis: Brand Pakaian Berkelanjutan (Sustainable Fashion)

Deskripsi Singkat Ide Bisnis (±100 kata):
Bisnis ini bergerak di bidang produksi dan penjualan pakaian kasual berbahan ramah lingkungan seperti katun organik dan serat daur ulang. Proses produksi mengedepankan prinsip ethical fashion, yaitu penggunaan tenaga kerja lokal dengan upah layak serta minim limbah produksi. Produk dipasarkan secara daring melalui website dan media sosial dengan fokus pada kualitas, desain minimalis, dan transparansi rantai pasok.

Target Pasar Utama:
Generasi muda (usia 20–35 tahun) di perkotaan yang memiliki kesadaran lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan.


2. Analisis Bentuk Badan Usaha

Aspek PertimbanganBentuk Badan Usaha PilihanAlasan Pemilihan
Pilihan Bentuk UsahaPerseroan Terbatas (PT)PT paling ideal untuk pertumbuhan jangka menengah dan panjang karena memiliki struktur hukum jelas dan kredibel.
Pertimbangan Tanggung Jawab HukumTanggung jawab terbatasPemilik hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetor sehingga aset pribadi terlindungi.
Pertimbangan Permodalan & InvestasiMudah menarik investorPT memungkinkan penerbitan saham dan kerja sama investasi, mendukung ekspansi dalam 3 tahun ke depan.
Pertimbangan PerpajakanPPh Badan dan PPN (jika omzet > PKP)Skema pajak lebih jelas dan profesional, serta meningkatkan kepercayaan mitra bisnis.

3. Rencana Perizinan Berusaha

Dokumen Legalitas Utama:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha): Ya (Wajib)
    Sebagai identitas resmi pelaku usaha dan akses perizinan OSS.

  • NPWP Perusahaan: Ya (Wajib)
    Untuk pemenuhan kewajiban perpajakan.

  • Akta Notaris & Pengesahan Kemenkumham:
    Dibutuhkan untuk pendirian PT dan pengakuan badan hukum.

Izin Operasional Khusus (Berbasis Risiko):

  • Sertifikat Standar (OSS-RBA):
    Karena usaha pakaian tergolong risiko menengah rendah, cukup dengan pernyataan pemenuhan standar.

  • Izin Komersial Perdagangan (KBLI Fashion/Apparel):
    Untuk aktivitas jual beli secara legal.

Kategori Risiko:
Menengah Rendah, sehingga proses perizinan relatif cepat dan berbasis pernyataan mandiri melalui OSS.


4. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Aset IntelektualJenis HKIStrategi Perlindungan
Nama & Logo BrandMerekPendaftaran merek di DJKI dan pengecekan kesamaan merek
Slogan BrandHak CiptaDicatatkan sebagai karya cipta atau dilindungi melalui merek
Desain & Strategi ProduksiRahasia DagangPenggunaan NDA dengan karyawan dan mitra produksi

Bagian II: Strategi Kolaborasi dan Etika Usaha (40%)

5. Strategi Kolaborasi (Kemitraan)

Calon Mitra Strategis:
Influencer fashion ramah lingkungan (eco-fashion influencer)

Tujuan Kolaborasi:
Meningkatkan brand awareness dan menjangkau konsumen yang memiliki nilai keberlanjutan.

Aspek KemitraanDeskripsi Rancangan
Kontribusi MitraPromosi produk melalui konten media sosial, review jujur, dan kampanye gaya hidup berkelanjutan
Kontribusi BisnisFee kerja sama atau sistem afiliasi berbasis penjualan, serta produk gratis
Aspek Legal KontrakMoU mencakup jangka waktu kerja sama, hak dan kewajiban, klausul kerahasiaan, serta etika promosi

6. Penerapan Etika dan CSR

Nama Inisiatif CSR: “Wear Green, Act Green”

Area Fokus: Lingkungan

Mekanisme Pelaksanaan:
Menggunakan kemasan 100% daur ulang dan program penanaman satu pohon untuk setiap 50 produk yang terjual, bekerja sama dengan komunitas lingkungan lokal.

Hubungan dengan Etika Bisnis:
Inisiatif ini mencerminkan prinsip tanggung jawab dan kejujuran, karena bisnis tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.


Kesimpulan

Brand pakaian berkelanjutan memiliki peluang besar di pasar modern, namun memerlukan fondasi legalitas yang kuat dan strategi kolaborasi yang etis. Pemilihan bentuk PT, kepatuhan perizinan OSS, perlindungan HKI, serta kolaborasi dengan mitra yang sejalan nilai keberlanjutannya akan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial.


(Jumlah kata ± 900 kata)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kewirausahaan Penting untuk Masa Depan Ekonomi.

Belajar dari Dua Sisi Wirausaha: Antara Keberhasilan dan Kegagalan

Adli Mulif Enterprise