Tugas Terstruktur 07

   M.Adli Adillah Mulif 

41324010010

AE13

“Dari Mesin ke Bisnis – Inovasi, Kreasi, dan Dedikasi”

Rencana Operasional dan Prosedur Pengendalian Mutu Usaha

Jenis Usaha: Produksi Makanan Ringan – Keripik Pisang Sehat

Nama Mahasiswa:  M.Adli Adillah Mulif 
Program Studi: Teknik Mesin
Mata Kuliah: Kewirausahaan
Periode: 2025
Tanggal Penyusunan: 30 oktober 2025


1. Pendahuluan

Rencana operasional dan pengendalian mutu merupakan fondasi utama bagi keberhasilan usaha produksi. Operasional yang terencana dengan baik akan meningkatkan efisiensi, sementara pengendalian mutu yang efektif menjamin kualitas dan konsistensi produk. Dokumen ini menyajikan rancangan sistem operasional dan prosedur pengendalian mutu untuk usaha Keripik Pisang Sehat, berbasis prinsip manajemen produksi, PDCA, dan pengendalian kualitas berkelanjutan.


2. Deskripsi Produk dan Proses Produksi

2.1 Deskripsi Produk

Produk berupa keripik pisang sehat berbahan pisang kepok pilihan, diolah tanpa bahan pengawet, menggunakan minyak rendah kolesterol, dan dikemas dalam kemasan kedap udara. Produk memiliki tiga varian rasa: original, madu, dan cokelat.

2.2 Proses Produksi

Tahapan proses produksi adalah sebagai berikut:

  1. Penerimaan dan seleksi bahan baku pisang

  2. Pengupasan dan pencucian

  3. Pengirisan pisang

  4. Penggorengan (vacuum frying/manual frying)

  5. Penirisan dan pendinginan

  6. Pemberian bumbu

  7. Pengemasan dan pelabelan

  8. Penyimpanan dan distribusi


3. Perencanaan Kapasitas dan Jadwal Produksi

3.1 Kapasitas Produksi

  • Kapasitas ideal: 50 kg pisang/hari

  • Output: ± 25 kg keripik/hari

  • Hari kerja: 5 hari/minggu

3.2 Jadwal Produksi Mingguan

HariKegiatan Utama
SeninProduksi varian Original
SelasaProduksi varian Madu
RabuProduksi varian Cokelat
KamisProduksi campuran & stok
JumatQC, pengemasan, distribusi

4. Alokasi Sumber Daya

4.1 Tenaga Kerja

PosisiJumlahTugas
Operator Produksi2 orangPengolahan & pengemasan
QC & Gudang1 orangKontrol mutu & stok
Pemilik1 orangSupervisi & pemasaran

4.2 Bahan Baku

  • Pisang kepok segar

  • Minyak goreng

  • Bumbu varian

  • Plastik kemasan food grade

4.3 Peralatan

  • Kompor dan wajan/vacuum fryer

  • Mesin pengiris

  • Spinner peniris minyak

  • Timbangan digital

  • Sealer kemasan


5. Layout Fasilitas dan Alur Kerja

Alur Linear Produksi:
Gudang Bahan → Area Persiapan → Area Penggorengan → Pendinginan → Pengemasan → Gudang Produk Jadi

Layout dirancang satu arah untuk mencegah kontaminasi silang dan meningkatkan efisiensi pergerakan.


6. Estimasi Biaya Operasional dan Waktu Siklus

6.1 Estimasi Biaya Operasional Bulanan

KomponenEstimasi (Rp)
Bahan baku6.000.000
Tenaga kerja4.000.000
Utilitas & gas1.000.000
Kemasan1.500.000
Total12.500.000

6.2 Waktu Siklus Produksi

  • Rata-rata waktu siklus: 4 jam/batch

  • Output per batch: ±5 kg keripik


7. Prosedur Pengendalian Mutu (Quality Control)

7.1 Standar Kualitas Produk

  • Visual: warna kuning keemasan, tidak gosong

  • Fungsional: renyah, tidak berminyak

  • Keamanan: bebas jamur, bau tengik, dan benda asing

7.2 Tahapan Inspeksi dan Metode

  1. Incoming QC: inspeksi pisang (warna, kematangan)

  2. In-process QC: suhu dan waktu penggorengan

  3. Final QC: uji rasa, berat bersih, kemasan

7.3 Sistem Pencatatan Cacat

Menggunakan Form Inspeksi Mutu Harian:

  • Jenis cacat

  • Jumlah

  • Penyebab

  • Tindakan korektif


8. Tindakan Korektif dan Preventif

  • Korektif: produk cacat ditarik dan tidak dijual

  • Preventif: pelatihan ulang operator, kalibrasi alat, revisi SOP

Pendekatan PDCA:

  • Plan: menetapkan standar mutu

  • Do: produksi sesuai SOP

  • Check: inspeksi & audit mutu

  • Act: perbaikan berkelanjutan (Kaizen)


9. Peran Tim QC dan Pelatihan

  • QC bertanggung jawab atas inspeksi dan pelaporan

  • Pelatihan dilakukan setiap 6 bulan:

    • Higiene pangan

    • Standar proses

    • Kesadaran mutu


10. Kesimpulan

Rencana operasional dan pengendalian mutu pada usaha Keripik Pisang Sehat dirancang secara realistis dan sesuai skala UMKM. Dengan penerapan perencanaan kapasitas, layout efisien, serta sistem pengendalian mutu berbasis PDCA dan Kaizen, usaha ini berpotensi menghasilkan produk berkualitas konsisten, efisien, dan berdaya saing tinggi di pasar.


Daftar Pustaka

Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations Management. Pearson.
Pyzdek, T., & Keller, P. (2018). The Six Sigma Handbook. McGraw-Hill.
Slack, N., Brandon-Jones, A., & Burgess, N. (2022). Operations Management. Pearson.
ISO 9001:2015 – Quality Management Systems.


Hashtag:
#ManajemenProduksi #RencanaOperasional #PengendalianMutu #PDCA #SixSigma #OperasiUsaha #KewirausahaanTeknis



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kewirausahaan Penting untuk Masa Depan Ekonomi.

Belajar dari Dua Sisi Wirausaha: Antara Keberhasilan dan Kegagalan

Adli Mulif Enterprise