Tugas Terstruktur 06

     M.Adli Adillah Mulif 

41324010010

AE13

“Dari Mesin ke Bisnis – Inovasi, Kreasi, dan Dedikasi”

Strategi Pemasaran Produk dengan Konsep 7P

Studi Kasus: Katering Makanan Sehat Mingguan


1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Pemilihan Produk

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, khususnya pasca pandemi, mendorong meningkatnya kesadaran terhadap pola makan sehat. Kesibukan kerja dan keterbatasan waktu membuat banyak konsumen membutuhkan solusi makanan sehat yang praktis, terjangkau, dan terpercaya. Oleh karena itu, Katering Makanan Sehat Mingguan dipilih sebagai objek analisis karena relevan dengan tren pasar modern dan memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan.

1.2 Tujuan Analisis

Tujuan analisis ini adalah untuk:

  1. Menganalisis strategi pemasaran Katering Makanan Sehat menggunakan konsep bauran pemasaran 7P.

  2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan strategi pemasaran yang diterapkan.

  3. Merumuskan rekomendasi strategi pemasaran yang lebih efektif dan inovatif.

1.3 Gambaran Umum Pasar Sasaran

Pasar sasaran utama adalah masyarakat perkotaan usia 20–45 tahun, khususnya:

  • Pekerja kantoran

  • Mahasiswa tingkat akhir

  • Individu dengan kesadaran hidup sehat (healthy lifestyle)
    Segmen ini memiliki karakteristik menghargai kepraktisan, kualitas gizi, serta layanan yang efisien.


2. Analisis Strategi Pemasaran 7P

a. Product (Produk)

Deskripsi Produk dan Keunggulan
Produk yang ditawarkan adalah paket katering makan siang sehat berbasis menu gizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur) dengan sistem langganan mingguan. Keunggulan utama produk meliputi:

  • Menggunakan bahan segar tanpa pengawet

  • Menu bervariasi setiap hari

  • Porsi terkontrol dan bergizi

Inovasi Produk
Inovasi yang membedakan dari kompetitor antara lain:

  • Paket khusus (diet rendah kalori, vegetarian, dan high-protein)

  • Informasi kalori dan gizi pada setiap kemasan

  • Sistem pre-order berbasis langganan untuk mengurangi limbah makanan


b. Price (Harga)

Strategi Penetapan Harga
Strategi harga yang digunakan adalah competitive pricing, dengan kisaran Rp45.000–Rp55.000 per porsi, menyesuaikan daya beli pasar menengah perkotaan.

Kesesuaian dengan Segmen Pasar
Harga dianggap wajar karena sebanding dengan kualitas bahan, manfaat kesehatan, dan kemudahan layanan. Diskon paket mingguan dan bulanan diberikan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.


c. Place (Distribusi)

Saluran Distribusi
Distribusi dilakukan secara hybrid, yaitu:

  • Pemesanan online melalui WhatsApp dan Instagram

  • Pengantaran langsung ke kantor atau rumah pelanggan

  • Kerja sama dengan ojek online lokal

Aksesibilitas Produk
Sistem pengantaran terjadwal membuat produk mudah diakses tanpa pelanggan harus datang ke lokasi produksi.


d. Promotion (Promosi)

Strategi Promosi
Promosi dilakukan melalui:

  • Media sosial (Instagram, TikTok) dengan konten edukasi gizi

  • Testimoni pelanggan

  • Promo “free trial” untuk pelanggan baru

  • Program referral (ajak teman)

Evaluasi Efektivitas
Promosi digital dinilai efektif karena biaya rendah namun mampu menjangkau target pasar yang tepat. Konten edukatif meningkatkan kepercayaan dan engagement konsumen.


e. People (Sumber Daya Manusia)

Peran Tim
Tim terdiri dari pemilik usaha, staf dapur, dan kurir. Setiap anggota berperan penting dalam menjaga kualitas produk dan kepuasan pelanggan.

Strategi Pelatihan
Pelatihan rutin dilakukan terkait:

  • Higiene dan sanitasi makanan

  • Standar porsi dan kualitas

  • Komunikasi pelayanan pelanggan

SDM yang ramah dan responsif menjadi nilai tambah dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif.


f. Process (Proses Layanan)

Alur Layanan
Proses layanan meliputi:

  1. Pemesanan (pre-order)

  2. Konfirmasi menu dan jadwal

  3. Produksi sesuai pesanan

  4. Pengantaran tepat waktu

  5. Feedback pelanggan

Efisiensi Proses
Proses dirancang sederhana dan cepat, sehingga mengurangi kesalahan produksi dan meningkatkan kepuasan pelanggan.


g. Physical Evidence (Bukti Fisik)

Bukti Fisik yang Mendukung

  • Kemasan food grade dengan label gizi

  • Logo dan identitas merek yang konsisten

  • Tampilan media sosial yang profesional

  • Testimoni dan ulasan pelanggan

Bukti fisik ini meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan profesionalitas usaha.


3. Kesimpulan dan Rekomendasi

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis bauran pemasaran 7P, Katering Makanan Sehat Mingguan telah memiliki strategi pemasaran yang cukup kuat dan relevan dengan kebutuhan pasar modern. Produk yang berkualitas, harga kompetitif, distribusi fleksibel, serta promosi digital yang tepat sasaran menjadi keunggulan utama usaha ini.

3.2 Rekomendasi

Untuk meningkatkan daya saing, beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan adalah:

  1. Mengembangkan aplikasi pemesanan sederhana untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.

  2. Memperluas kolaborasi dengan komunitas kebugaran atau kantor.

  3. Menggunakan data pelanggan untuk promosi yang lebih personal.

  4. Memperkuat branding melalui storytelling gaya hidup sehat.

Dengan penerapan strategi 7P yang konsisten dan inovatif, usaha ini berpotensi tumbuh secara berkelanjutan di tengah persaingan industri kuliner.


Daftar Pustaka

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Tjiptono, F. (2019). Strategi Pemasaran (Edisi 4). Andi Offset.
Armstrong, G., & Kotler, P. (2020). Principles of Marketing (18th ed.). Pearson.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kewirausahaan Penting untuk Masa Depan Ekonomi.

Belajar dari Dua Sisi Wirausaha: Antara Keberhasilan dan Kegagalan

Adli Mulif Enterprise