Tugas Mandiri 07
M.Adli Adillah Mulif
41324010010
AE13
“Dari Mesin ke Bisnis – Inovasi, Kreasi, dan Dedikasi”
Laporan Observasi Proses Produksi dan Analisis Kelebihan serta Kekurangannya
Topik: Observasi Proses Produksi pada UMKM Katering Makanan Sehat
Mata Kuliah: Kewirausahaan
Nama Mahasiswa: M.Adli Adillah Mulif
Program Studi: Teknik Mesin
Tanggal Observasi: (30 oktober 2025)
1. Pendahuluan
Produksi merupakan inti dari kegiatan operasional suatu usaha karena berkaitan langsung dengan penciptaan nilai tambah bagi konsumen. Efektivitas proses produksi akan menentukan kualitas produk, efisiensi biaya, serta daya saing usaha. Laporan ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Katering Makanan Sehat yang beroperasi secara harian. Tujuan observasi ini adalah untuk memahami alur proses produksi serta menganalisis kelebihan dan kekurangannya berdasarkan prinsip manajemen produksi.
2. Metode Observasi
Observasi dilakukan melalui:
Wawancara langsung dengan pemilik usaha dan dua karyawan dapur
Pengamatan aktivitas produksi pada jam operasional pagi hari
Dokumentasi sederhana, berupa foto area dapur dan alur kerja (terlampir)
Metode ini dipilih untuk memperoleh gambaran nyata terkait proses produksi, penggunaan sumber daya, dan sistem pengendalian mutu yang diterapkan.
3. Profil Singkat Usaha
Nama Usaha: Katering Makanan Sehat
Skala Usaha: UMKM (Usaha Rumahan)
Produk Utama: Paket katering makan siang sehat (nasi, lauk protein, sayur)
Kapasitas Produksi: ±100 porsi per hari
Tenaga Kerja: 1 pemilik + 3 karyawan dapur
4. Deskripsi Proses Produksi
4.1 Jenis Produk
Produk yang dihasilkan adalah makanan siap konsumsi dengan konsep gizi seimbang, rendah minyak, dan tanpa pengawet. Menu bervariasi setiap hari sesuai perencanaan mingguan.
4.2 Tahapan Proses Produksi
Proses produksi berlangsung melalui tahapan berikut:
Perencanaan Menu dan Pembelian Bahan Baku
Menu dirancang mingguan. Bahan baku dibeli setiap pagi di pasar tradisional.Penerimaan dan Penyimpanan Bahan Baku
Bahan baku dicek secara visual dan disimpan di lemari pendingin atau rak dapur.Persiapan Bahan (Pre-processing)
Pencucian, pemotongan, dan penimbangan bahan dilakukan manual.Proses Memasak
Memasak dilakukan menggunakan kompor gas konvensional oleh dua karyawan.Pengemasan (Packing)
Makanan dikemas dalam wadah plastik food grade secara manual.Distribusi
Produk dikirim ke pelanggan menggunakan jasa kurir lokal.
4.3 Alur Kerja dan Layout Fasilitas
Layout dapur bersifat linear sederhana, namun area persiapan dan memasak berada cukup dekat sehingga sering terjadi penumpukan aktivitas pada jam sibuk.
4.4 Penggunaan Sumber Daya
Tenaga Kerja: Manual, berbasis pengalaman
Bahan Baku: Segar, namun belum terdokumentasi secara sistematis
Peralatan: Kompor gas, pisau, wajan, rice cooker, dan lemari pendingin
4.5 Sistem Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu dilakukan secara visual dan berdasarkan pengalaman pemilik, tanpa standar tertulis atau checklist formal.
5. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Proses Produksi
5.1 Kelebihan
Efisiensi Waktu dan Tenaga
Proses sederhana dan tenaga kerja yang berpengalaman membuat waktu produksi relatif cepat.Kualitas Produk
Penggunaan bahan segar setiap hari menjaga cita rasa dan kualitas makanan.Fleksibilitas Produksi
Mudah menyesuaikan menu sesuai permintaan pelanggan.
5.2 Kekurangan
Efisiensi Operasional
Tidak adanya standar waktu kerja menyebabkan potensi pemborosan (waste) aktivitas.Konsistensi Kualitas
Kualitas produk sangat bergantung pada individu, sehingga berisiko tidak konsisten.Pengelolaan Bahan Baku dan Limbah
Tidak ada pencatatan stok, sehingga potensi kelebihan beli dan limbah makanan.Penggunaan Teknologi
Seluruh proses masih manual tanpa dukungan digital atau otomasi sederhana.Sistem Dokumentasi
Tidak terdapat laporan produksi harian atau data output yang terdokumentasi.
6. Rekomendasi Perbaikan Proses Produksi
Berdasarkan prinsip manajemen produksi dan literatur yang relevan, rekomendasi berikut dapat diterapkan secara realistis:
Penerapan Konsep Lean (5S dan Eliminasi Waste)
Menata ulang area kerja agar lebih rapi dan mengurangi gerakan tidak perlu.Perbaikan Layout Dapur
Memisahkan area persiapan dan memasak untuk menghindari penumpukan aktivitas.Penguatan Pengendalian Mutu
Membuat SOP sederhana dan checklist kualitas (rasa, porsi, kebersihan).Digitalisasi Sederhana
Menggunakan spreadsheet untuk pencatatan bahan baku, produksi, dan penjualan.Pelatihan SDM
Pelatihan dasar hygiene, standar porsi, dan efisiensi kerja bagi karyawan.
7. Kesimpulan
Hasil observasi menunjukkan bahwa UMKM Katering Makanan Sehat telah menjalankan proses produksi yang cukup efektif untuk skala kecil, namun masih memiliki kelemahan dalam aspek dokumentasi, konsistensi kualitas, dan efisiensi operasional. Dengan penerapan prinsip manajemen produksi seperti lean, perbaikan layout, dan pengendalian mutu sederhana, usaha ini berpotensi meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta daya saing secara berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Stevenson, W. J. (2021). Operations Management (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations Management. Pearson.
Womack, J. P., & Jones, D. T. (2003). Lean Thinking. Free Press.
Pyzdek, T., & Keller, P. (2018). *The Six Sigma Handbook
Komentar
Posting Komentar